Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Sinjai Hasilkan Pundi-pundi Rupiah dengan Beragam Kerajinan Tangan

Publisher:

SINJAI, Pos Liputan – Berada di balik jeruji besi tak menghentikan kreativitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Sinjai Kanwil Kemenkumham Sulsel, Senin (24/11)

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Sinjai Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan mengisi waktu keseharian mereka dengan berkreasi membuat kerajinan tangan dari bahan seadanya.

Kerajinan tangan berupa miniatur atau pajangan karikatur, dengan berbagai bentuk. Diolah oleh tangan-tangan terampil warga binaan Rutan Sinjai, Kanwil Kemenkumham Sulsel.

Salah seorang warga binaan Rutan Sinjai, mengatakan bahwa dirinya kembali menemukan semangat setelah hasil olahan tangannya dapat dihargai dan bernilai.

“Tentunya senang sekali, dapat membuat kerajinan dengan cara belajar dari program Ruta Sinjai. Bahkan hasil kerajinan juga dihargai dan dapat dijual,” kata (BB).

Setiap WBP diberikan kebebasan menyalurkan minat dan bakatnya melalui kreativitas karya. Hasilnya, beragam kerajinan tangan seperti akuarium, cincin, tempat tissu, bingkai dan kreativitas lain yang terus bermunculan.

Sehingga, dengan adanya dukungan dari pihak rutan, bakat yang dimiliki para warga binaan dapat tersalurkan, bahkan dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Karutan Sinjai, Muhammad Ishak mengatakan bahwasanya WBP yang sedang menjalani hukuman di dalam rutan tidak hanya berdiam diri di balik jeruji besi melainkan mereka mendapatkan pelatihan keterampilan kerja sebagai bekal yang mereka bawa saat kembali ke masyarakat.

“Pelatihan keterampilan kerja yang kami adakan ditujukan untuk warga binaan guna mengembangkan skill mereka sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan, membuat warga binaan menjadi produktif, dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ucap Ishak.

Penulis: AREditor: Andi
Baca berita Pos Liputan di:
|

Komentar