MAKASSAR,PosLiputan — Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (DPP KEPMI) Bone periode 2026–2028 resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan Pelantikan, Upgrading, dan Rapat Kerja DPP KEPMI Bone, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, dengan mengusung tema “Revitalisasi KEPMI Bone Menuju Spirit Keindonesiaan dan Kebangsaan”.
Semangat tersebut dipadukan dengan nilai-nilai budaya Bugis yang dirangkum dalam tagline “Wanua Ade’ Mapaccing, Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng”.
Pelantikan pengurus DPP KEPMI Bone turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berhalangan hadir dan diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si.
Sementara itu, Wali Kota Makassar diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Dr. Ir. Fathur Rahim, ST, MT.
Dalam sambutannya, Muh. Saleh menyampaikan pesan Gubernur Sulawesi Selatan sekaligus menekankan pentingnya peran generasi muda dan organisasi kemahasiswaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan intelektual yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan, baik melalui gagasan, pengabdian maupun penguatan kapasitas masyarakat.
Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru DPP KEPMI Bone untuk menjalankan amanah organisasi selama periode 2026–2028.
Kepengurusan DPP KEPMI Bone periode ini dipimpin Andi Teguh Qoemaini sebagai Ketua Umum, Ikbal sebagai Sekretaris Jenderal, dan Muh. Khalil Gibran sebagai Bendahara Umum.
Kepengurusan baru tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas kader, serta membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Revitalisasi Organisasi
Tema revitalisasi menjadi pijakan kepengurusan DPP KEPMI Bone dalam merumuskan arah gerak organisasi selama dua tahun ke depan.
Revitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembenahan struktur organisasi, tetapi juga sebagai upaya menghidupkan kembali peran strategis KEPMI Bone sebagai wadah berhimpun pelajar dan mahasiswa asal Bone yang tersebar di berbagai daerah.
KEPMI Bone diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kapasitas intelektual, sekaligus wadah bagi generasi muda Bone untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial, kebangsaan dan pembangunan daerah.
Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui falsafah Bugis “Wanua Ade’ Mapaccing, Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng.”
Falsafah tersebut menjadi simbol komitmen organisasi untuk menjaga marwah, mencari kebaikan, serta kembali membawa kebaikan bagi masyarakat dan daerah.
Dengan kepengurusan baru ini, DPP KEPMI Bone periode 2026–2028 diharapkan mampu menghadirkan organisasi mahasiswa yang lebih solid, adaptif dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi Bone, Sulawesi Selatan dan Indonesia.










Komentar