SINJAI, PosLiputan.com – Polres Sinjai bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Sinjai dan sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sinjai.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dalam rangka menghadapi bencana Karhutla yang digelar di Halaman Kantor Bupati Lama Sinjai, Selasa pagi (11/8/2026).
Apel dipimpin langsung Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si. dan dihadiri Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.IK., MH, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, jajaran OPD, pejabat utama Polres Sinjai serta sejumlah undangan.
Peserta apel berasal dari personel gabungan Polres Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, Dinas Perhubungan, Polisi Kehutanan (Polhut), BPBD Sinjai, Satpol PP dan Damkar Sinjai serta Dinas Kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Bupati Sinjai. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan apabila terjadi Karhutla.
Dalam amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, SH., MH yang dibacakan Bupati Sinjai, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Pencegahan juga ditekankan sebagai langkah utama. Pengecekan dan deteksi dini serta patroli di wilayah rawan dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu kebakaran terjadi dan kemudian melakukan penanganan.
Potensi Karhutla perlu mendapat perhatian serius, terutama pada musim kemarau ketika kondisi kering dapat meningkatkan risiko munculnya titik api. Karena itu, penanganannya membutuhkan langkah mitigasi terpadu dengan melibatkan pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat.
Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan serta pemeriksaan kesiapan peralatan. Sarana pendukung seperti mesin pompa air, kendaraan operasional dan alat pelindung diri harus dipastikan tersedia dan dapat digunakan sewaktu-waktu.
Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman menegaskan bahwa kesiapan personel dan sarana menjadi salah satu kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Melalui apel gelar pasukan ini, kita memastikan seluruh personel beserta sarana dan prasarana berada dalam kondisi siap operasional. Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
“Pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran dapat dicegah sejak dini sebelum meluas,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencegah Karhutla, khususnya dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Sinjai agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api,” katanya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat.
“Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya.
Melalui apel tersebut, Polres Sinjai bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menunjukkan komitmen memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi serta mengedepankan pencegahan untuk menekan potensi Karhutla di Kabupaten Sinjai.














Komentar