SINJAI, PosLiputan – Partai Gerindra Kabupaten Sinjai resmi melakukan pergantian kepemimpinan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Fahriandi Matoa yang sebelumnya menjabat Ketua DPC Gerindra Sinjai digantikan oleh Hj. Ratnawati Arif dalam agenda konsolidasi partai yang digelar di salah satu hotel di Makassar, Selasa (4/8/2026).
Pergantian tersebut menjadi perhatian publik karena berlangsung setelah nama Fahriandi Matoa tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 terkait temuan kelebihan pembayaran perjalanan dinas di lingkungan DPRD Sinjai.
Selain Fahriandi, tiga kader Gerindra lainnya yang juga merupakan anggota DPRD Sinjai turut tercantum dalam temuan BPK mengenai perjalanan dinas. Temuan BPK merupakan hasil pemeriksaan administrasi yang pada prinsipnya harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak secara otomatis menunjukkan adanya tindak pidana.
Penunjukan Hj. Ratnawati Arif, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Sinjai, untuk memimpin DPC Gerindra Sinjai memunculkan berbagai respons di kalangan masyarakat dan pengamat politik. Sejumlah pihak menilai pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum bagi partai untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Sebelumnya, sejumlah pemerhati pemerintahan mendorong agar seluruh temuan BPK ditindaklanjuti secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hingga saat ini belum terdapat informasi resmi mengenai adanya proses hukum terhadap pihak-pihak yang namanya tercantum dalam temuan tersebut.
Di bawah kepemimpinan Hj. Ratnawati Arif, publik kini menantikan arah baru Partai Gerindra Sinjai, termasuk komitmen dalam memperkuat tata kelola organisasi, akuntabilitas, dan respons terhadap berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat.













Komentar