Tim SAR Gabungan Temukan Barang-Barang Milik Korban dan Bagian Dari Pesawat

Publisher:
Eksklusif, Berita Terkini di WhatsApp Posliputan.com

MAKASSAR, Posliputan.com — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu, 18 Januari 20, terus berlanjut. Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian dari pesawat di area pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan telah diamankan, didata, dan ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian serta menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.

“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” tambahnya.

Baca Juga:  
Bocah Berusia 4 Tahun Terjatuh dari Perahu, Tim SAR Lakukan Pencarian
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.

“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” tegas Mohammad Syafii.

Ia menambahkan, kondisi cuaca dan alam masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan, baik dari udara maupun darat.

Baca Juga:  
Motor Milik Warga Wonomulyo Hilang Saat Parkir di Teras, Polisi Buru Pelaku

“Meski menghadapi tantangan besar, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. Operasi ini akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan,” jelasnya.

Basarnas menegaskan bahwa setiap perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara resmi kepada publik, dan masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi serta mempercayakan proses pencarian sepenuhnya kepada tim SAR gabungan.

Komentar

Lainnnya