MAKASSAR, Posliputan.com – Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Indonesia Japan SDGs Summer Program: Advancing Global Nursing Perspectives, program inbound kolaboratif bersama Niigata University of Health and Welfare, Okayama University, dan Kanazawa University.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat perspektif keperawatan global berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pembukaan berlangsung pukul 09.30 Wita di Ruang Senat Fakultas Keperawatan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (02/03).
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Keperawatan Unhas, Syahrul Said, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D., mengatakan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar penguatan program inbound, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun atmosfer akademik internasional yang produktif dan berkelanjutan.
Kemitraan lintas negara membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman lintas budaya, serta peluang riset bersama yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan daya saing global mahasiswa.
Syahrul menekankan pentingnya pengembangan joint research dengan tiga universitas mitra sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang di bidang keperawatan.
“Semakin kuat kolaborasi kita, bukan hanya inbound atau outbound, tetapi juga membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman internasional dan penguatan atmosfer akademik sebagai salah satu luaran strategis,” jelas Syahrul.
Dari pihak mitra, Fusayo Kobayashi dari Niigata University of Health and Welfare menyampaikan apresiasi atas sambutan dan interaksi akademik yang terbangun selama program. Ia menilai keterlibatan langsung dengan mahasiswa dan dosen Unhas menciptakan dialog ilmiah yang konstruktif serta memperkuat pondasi kerja sama institusional di masa mendatang.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Kantor Urusan Internasional Unhas, Andi Masyitha Irwan, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Unhas memiliki beragam fakultas dan bidang keilmuan yang potensial untuk dikolaborasikan melalui skema internasional yang lebih luas dan terintegrasi. Ia mendorong agar program serupa dapat diperluas hingga jenjang doktoral guna memperkuat kolaborasi riset dan publikasi ilmiah bereputasi.
“Melalui aktivitas internasional yang aktif, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran lintas budaya yang memperkaya perspektif global mereka,” jelas Masyitha.
Program yang dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (17/03), menghadirkan rangkaian kegiatan akademik dan klinik, meliputi kunjungan ke rumah sakit pendidikan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit jiwa, serta klinik perawatan luka.
Mahasiswa juga mengikuti class sit-in pada mata kuliah Keperawatan Paliatif, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Anak, dan Maternitas untuk memperoleh gambaran komprehensif praktik keperawatan di Indonesia.
Delegasi Jepang terdiri atas lima mahasiswa dari Okayama University, dua mahasiswa dari Kanazawa University, serta tiga dosen dari Niigata University of Health and Welfare. Kehadiran mereka memperkaya dinamika diskusi ilmiah lintas budaya sekaligus memperluas jejaring profesional dalam bidang keperawatan global.
Melalui pelaksanaan Indonesia Japan SDGs Summer Program, Fakultas Keperawatan Unhas menegaskan komitmen strategisnya dalam membangun kolaborasi internasional yang berorientasi pada penguatan kapasitas akademik, riset kolaboratif, serta pengembangan kompetensi perawat yang adaptif terhadap tantangan kesehatan global. (**)














Komentar