Tidak hanya satu kali
Kepada ibunya, korban menceritakan bahwa kejadian yang sama dialaminya tidak hanya satu kali. Ia sering mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan tersebut lebih dari satu kali.
“Berkali-kali dan bukan satu kali,” ucap ibu korban.
Peristiwa ini menciptakan rasa ketakutan tersendiri bagi si korban terlebih usianya yang masih belia dan baru duduk di bangku sekolah dasar.
Tidak hanya bagi si korban, atas peristiwa yang seperti ini menodai dunia pendidikan dan mengakibatkan sejumlah orang tua merasa was-was untuk menitipkan anaknya di sekolah.
Upaya orang tua korban
Sesaat setelah mendengarkan keterangan anaknya yang menceritakan dugaan pelecehan yang telah dialaminya, Habibah langsung menemui wali kelas korban.
Maksud kedatangan orang tua koban untuk menanyakan peristiwa yang telah dialami oleh anaknya itu.
“Jadi saya ke rumahnya wali kelasnya untuk kasi tau ini masalah. Wali kelasnya bilang, besok saya kasi tau Pak Kepsek,” katanya.
“Saya bilang tidak tenangka kalau tidak ketemuka Pak Kepsek malam ini, malam rabu. Jadi ke rumahnya ka Pak Kepsek,” lanjutnya.
Pertemuannya dengan kepala sekolah korban belum menemukan jalan terbaik sehingga mereka menghubungi Kepala Dinas Pendidikan, Irwan Suaib.
“Pak kepsek tidak bisa ambil keputusan. Jadi dia telpon pak korwil. Pak korwil bilang, begini pak, kalau kejadiannya di sekolah pak kadis harus tau sekecil apapun itu kalau kejadiannya di sekolah Pak kadis harus tau. Makanya itu malam juga pak korwil telpon pak kadis,” jelasnya.
Setelah menghubungi Kadis Pendidikan Sinjai, mereka kemudian bertemu di rumah Kepala Sekolah korban
Komentar