BONE, Pos Liputan- Ketua Dewa Pengurus Komisariat (DPK) KEPMI Bone Latenriruwa, Arly Guliling Makkasau menilai bahwa dinamika internal organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) KEPMI Bone yang terjadi belakangan ini, sudah tidak lagi berada dalam kondisi yang kondusif sebagai ruang konsolidasi kaderisasi, maupun pengambilan kebijakan organisasi yang sehat dan demokratis.
Menurutnya, keputusan serta arah gerak organisasi yang tidak lagi berjalan berdasarkan prinsip kolektif-kolegial dan cenderung mengabaikan mekanisme organisasi sebagaimana yang diatur dalam AD/ART KEPMI Bone.
“AD/ART yang seharusnya menjadi landasan etik dan konstitusional organisasi, pada praktiknya hanya dijadikan formalitas belaka tanpa implementasi yang konsisten dalam menjalankan roda organisasi,” ujarnya Minggu (10/5/2026).
“Kondisi tersebut menciptakan krisis kepercayaan serta menghambat proses kaderisasi dan perjuangan organisasi yang seharusnya berpihak pada nilai intelektualitas, loyalitas, dan independensi gerakan,” geramnya.
Olehnya itu, kata Arly, dengan penuh kesadaran organisasi dan tanggung jawab moral, DPK KEPMI Bone Latenriruwa menyatakan Sikap Independen dari dinamika dan kebijakan DPP KEPMI Bone sampai terciptanya kondisi organisasi yang sehat, demokratis, dan kembali berjalan sesuai amanat AD/ART organisasi.
“Sikap independen ini bukan bentuk perpecahan, melainkan langkah moral untuk menjaga marwah organisasi, menjaga nilai perjuangan kader, serta mempertahankan idealisme organisasi agar tetap berjalan pada rel konstitusional dan kepentingan kader,” ujar Arly Guliling Makkasau.









Komentar