Ilmuan Terus Berusaha Untuk Bisa Berkomunikasi Dengan Alien

Publisher:

JAKARTA, Pos Liputan – Masih menjadi misteri di mana alam semesta yang belum terpecahkan tetap menjadi masalah, yakni upaya para ilmuan untuk melakukan pembuktian keberadaan kehidupan di luar bumi.

Sejumlah ilmuwan dan pakar percaya bahwa manusia tidak sendirian di alam semesta, dan suatu saat nanti umat manusia akan menerima sinyal dari peradaban alien, yang pada akhirnya akan mengarah pada kontak pertama.

Hal ini menimbulkan pertanyaan akut tentang apa yang akan kita lakukan ketika kehidupan asing berusaha menghubungi?

Para peneliti dari Universitas of St. Andrews memiliki rencana yang akan membantu untuk mencoba berkomunikasi secara efektif dengan alien.

Dilansir The Universe Space Tech melalui rilisannya (11/12) bulan lalu, mereka dilaporkan membuat pusat internasional baru untuk mempersiapkan umat manusia menghadapi apa yang mereka yakini akan terjadi.

Pusat internasional bernama SETI Post-Detection Hub, yang merupakan singkatan dari Search for Extra-Terrestrial Intelligence. Menurut siaran pers dari University of St. Andrews, ini akan menjadi upaya bersama para ahli dari seluruh dunia.

Sementara Dr. John Elliott, seorang peneliti di University of St. Andrews dan koordinator SETI Hub, tim Post-Detection Hub SETI akan mencoba untuk menciptakan segala kemungkinan metode komunikasi dengan peradaban ekstraterestrial melalui informasi yang dikumpulkan dengan harapan dapat mempersiapkan terlebih dahulu untuk munculnya kehidupan alien.

Walau demikian para ilmuan belum bisa memastikan kapan kontak informasi tersebut bisa terjadi.

“Apakah kita akan pernah menerima pesan dari peradaban alien? Kami tidak tahu. Kita juga tidak tahu kapan itu akan terjadi. Tetapi kami tahu pasti bahwa kami harus siap untuk kontak pertama: secara ilmiah, sosial, dan politik. Acara ini bisa menjadi kenyataan besok,” jelas Elliot.

Namun sebelum upaya Universitas St. Andrews. Pada tahun 1989, komunitas SETI menyusun protokol “kontak pertama” yang disepakati.

Mereka direvisi pada tahun 2010, tetapi masih memiliki “aspirasi yang tidak terpenuhi” dan hanya metode umum untuk mengadakan acara tanpa detail. Mengingat apa yang sedang dikerjakan oleh komunitas SETI saat ini, umat manusia seharusnya sudah memiliki rencana yang jelas untuk “kontak pertama” agar siap menghadapi peristiwa bersejarah tersebut.

Penulis: Burhan
Baca berita Pos Liputan di:
|

Komentar