SINJAI, Pos Liputan – Latihan beladiri selama ini kerap dipersepsikan sebatas upaya membentuk fisik yang kuat dan kemampuan membela diri.
Namun di balik aspek fisik tersebut, beladiri juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan mental, khususnya dalam meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Hal itu disampaikan oleh Ikhlasul Amal, praktisi beladiri Tapak Suci.
Ia mengungkapkan bahwa para pelaku beladiri telah lama merasakan dampak positif latihan rutin terhadap ketenangan pikiran dan kemampuan berkonsentrasi.
“Ini bukan sekadar perasaan. Ada riset ilmiah yang menguatkan,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Amal merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Johnstone dan Marí-Beffa pada tahun 2018.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa praktisi beladiri memiliki tingkat kewaspadaan internal yang lebih baik dibandingkan individu yang hanya melakukan olahraga umum seperti gym atau sepak bola.
Studi itu melibatkan 48 orang dewasa yang dibagi ke dalam dua kelompok, yakni praktisi beladiri dan non-beladiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berlatih beladiri mampu mempertahankan fokus tanpa harus menunggu rangsangan dari luar.
Kemampuan ini dalam istilah ilmiah dikenal sebagai endogenous alertness, yakni kesiagaan yang bersumber dari dalam diri.
Dalam praktik kehidupan sehari-hari, kemampuan tersebut memberikan dampak nyata.
Praktisi beladiri dinilai lebih siap menghadapi situasi tak terduga, memiliki reaksi yang lebih cepat, serta mampu menjaga fokus lebih lama meski berada di lingkungan yang penuh gangguan.
Kondisi inilah yang kerap membuat praktisi beladiri terlihat memiliki “insting” lebih tajam saat berada di bawah tekanan.
Menurut Amal, kemampuan tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari proses latihan yang konsisten.
“Beladiri itu melatih tubuh dan pikiran untuk tetap waspada di tengah tekanan dan ketidakpastian,” jelasnya.
Ia menambahkan, latihan beladiri secara rutin tidak hanya membentuk ketangguhan fisik, tetapi juga membantu membangun pola kerja otak yang lebih siap, tenang, dan fokus.
Kemampuan ini dinilai semakin relevan di era modern yang ditandai dengan ritme hidup cepat dan tantangan yang kompleks.









Komentar