Mantan Anggota DPRD Sinjai Ini Maju Calon Kepala Desa di Sinjai Timur

Publisher:

SINJAI, Pos Liputan – Tidak terasa jika waktu kebersamaan Kepala Desa Salohe, Abd. Ganie Gaffar dengan masyarakatnya sampai di penghujung masa jabatannya.

Namun yang pasti, dalam rangkaian perjalanan waktu yang telah dilalui terukir banyak catatan yang menyajikan aneka cerita dan memaparkan beragam berita tentang banyak hal yang mewarnai kepemimpinan, karya serta kreasinya membangun desa.

Tidak sedikit lantunan nada pesimis yang kadang mencibir, namun masih cukup banyak senandung optimis yang tetap mengalun indah mengawal langkahnya.

Bagi Kepala Desa yang juga seorang advokat, hal itu dianggapnya dengan bijak sebagai melodi yang mesti hadir dalam dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.

“Kita jangan gampang terlena dan terbuai dengan sanjungan, dan kita tidak harus terbuai dengan sandungan, pemerintah harus tetap kuat untuk memberikan perlindungan bagi segenap warganya dari setiap jengkal wilayahnya melalui fasilitasi dan pemberdayaan,” katanya.

Karena itu, dalam masa kepemimpinannya, memang tampak membuka diri untuk menerima banyak masukan, harapan, keluhan, dan bahkan kritikan yang tidak proporsional sekalipun. Karena baginya, sebagai pemimpin daerah harus ikhlas menjadi muara bagi seluruh aliran energi yang variatif dari segenap elemen masyarakat.

Babak baru telah dimulai, semua kembali pada pangkal persoalan untuk menentukan nasib “Allemponeng Cerata”, tempat dimana kita akan pulang. Begitulah secercah harapan yang akan tertitip pada sosok Muhammad Arfin yang mungkin saja menjadi pemegang tongkat esatfet kepemimpinan Desa Salohe, 9 Maret 2023 nantinya.

Punggung mantan anggota DPRD ini wajib dan harus siap memikul serangkaian persoalan begitupun setumpuk harapan warga Salohe. Ia mesti bersolek mempercantik diri dalam memoles 1.500-an penduduk Desa Salohe.

Pengejawantahan sikap bijak Kepala Desa dalam memimpin daerah ini sangat sulit untuk disangkali jika kita merujuk kelas keberhasilannya dalam catatan sejarah perjalanan pemerintahan di DPRD Kabupaten Sinjai.

Dengan kearifannya sebagai wakil rakyat, secara nyata semakin mempertipis segala sekap yang kerapkali membatasi impian masyarakat yang terkadang cenderung menjalar dan merambat dibanding pikiran pemimpinnya serta seringkali melambung jauh dari landasannya.

Sehingga suara publik kadang memorial ditengah lantangnya suara pemimpin. Pikiran serta tutur bahasanya yang merakyat ditopang dengan kepribadiannya yang sederhana dan bersahaja, memang tampaknya menjadikannya bayi yang baru lahir lagipula simpatisan serta dukungan masyarakat yang sekaligus menjadi perekat bagi dirinya dengan semua lapisan yang berhasil memantik sumbu kebersamaan sebagai mana dengan tagline yang mulai digaungkan “Salohe Berkah: Desa Membangun Semesta Mendukung” yang kini kian memantapnya dirinya sebagai sosok Tau “Genne”.

“Hanya ada perbedaan persepsi dan apresiasi terhadap sebuah permasalahan. Tetapi yang pasti bahwa kedewasaan berpolitik dari semua elemen hingga detik-detik terakhir Pilkades Kabupaten Sinjai nantinya, mungkin saja bisa menjadi corong ukuran kebersatuan Desa Salohe,” jelas Arifin, Rabu (28/12).

Arifin berharap, semua harus diramu dengan arif dan bijak sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya menguatkan pemerintahan melaksanakan amanah, tugas dan fungsinya secara maksimal nantinya.

Komentar