Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan dan Pencurian Kendaraan Tukang Ojek di Paniai

Publisher:
Eksklusif, Berita Terkini di WhatsApp Posliputan.com

PANIAI, Pos Liputan – Kepolisian Resor (Polres) Paniai menyelidiki kasus penganiayaan dan pencurian sepeda motor yang menewaskan seorang tukang ojek Arif (24) dengan sejumlah luka tusukan di badan korban, terjadi di Kampung Ekeitadi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat dikonformasi, membenarkan adanya kasus tersebut, Senin (15/8/2022).

Kombes Kamal mengatakan, korban Arif pertama kali ditemukan pada pukul 18.30 WIT oleh saksi berinisial MM di Jalan naik SMA Negeri I Kampung Ekeitadi, Distrik Paniai Timur. Melihat kejadian tersebut pukul 18.50 WIT saksi melapor ke Polsek Paniai Timur.

Baca Juga:  
Sempat Buron Tiga Hari, Sakir Yang Gorok Istrinya Sendiri Berhasil Ditangkap Polisi

“Saksi saat itu mau kembali ke rumahnya dan setelah melewati jalan masuk ia melihat seorang warga yang sudah tergeletak tepat di jalan masuk rumahnya, sehingga saksi langsung balik dan menuju Polsek Paniai Timur untuk melaporkan kejadian tersebut,” kata Kamal.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah menerima laporan anggota Polsek Panai Timur langsung menuju ke TKP dan menemukan korban sudah meninggal dunia, selanjutnya korban di bawa ke RSUD Kabupaten Paniai.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Korban saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Paniai untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER). Dari pemeriksaan luar korban mengalami sejumlah luka tusuk di punggung belakang, lengan tangan kanan dan dada,” ujarnya.

Baca Juga:  
Pipanya Dirusak OTK, Pemuda Saohiring Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

Dikatakan bahwa kasus tersebut saat ini dalam penanganan Polres Paniai, dengan melalukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku. Polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi, dan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti.

“Diduga korban mengamalami pemalakan dan penganiayaan serta pencurian kendaraan karena saat dilakukan olah TKP motor dan barang-barang korban hilang,” pungkasnya.

Penulis: Jumardi
Baca berita Pos Liputan di:
|

Komentar