SINJAI, PosLiputan — Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah kepulauan Kabupaten Sinjai. Di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan, harga air bersih dilaporkan melonjak hingga Rp12.000 untuk setiap 30 liter.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga lantaran air bersih merupakan kebutuhan vital yang harus dipenuhi setiap hari, sementara sumber air yang tersedia semakin terbatas.
“Semenjak musim kemarau, yang tadinya harga air per 30 liter Rp6.000 sampai Rp7.000, sekarang tembus di harga Rp12.000,” ujar Waris, warga Desa Pulau Harapan, Jumat (18/9/2026).
Menurut Waris, kenaikan harga air tersebut terjadi seiring kondisi sumur warga yang mulai sulit menghasilkan air tawar. Bahkan, air dari sejumlah sumur disebut telah terasa asin dan menyerupai air laut.
“Air sumur warga hampir seperti air laut,” katanya.
Bukan hanya air dalam jumlah kecil, kebutuhan air dalam volume besar juga harus ditebus dengan harga yang cukup tinggi. Waris menyebut air dalam tandon berkapasitas sekitar 1.100 liter kini dibanderol mencapai Rp250.000.
Situasi itu membuat warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan air bersih, terutama selama musim kemarau yang menyebabkan sumber air warga semakin terbatas.
“Kami berharap pemerintah memberikan solusi di saat musim paceklik seperti ini,” harap Waris.
Camat Pulau Sembilan Cari Solusi
Persoalan keterbatasan air bersih di Pulau Sembilan sebelumnya juga telah mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan.
Camat Pulau Sembilan, Harsan Sommeng, yang belum lama dilantik, langsung berupaya mencari solusi dengan mendatangi Direktur PDAM Sinjai, Nasrullah Mustamin.
Pertemuan tersebut membahas upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Pulau Sembilan yang terdampak musim kemarau.
Dalam pertemuan itu, Harsan meminta PDAM Sinjai mempertimbangkan penempatan terminal air di Cappa Ujung. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu titik penyediaan air bersih sebelum didistribusikan kepada masyarakat kepulauan.
Cappa Ujung merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi akses penghubung masyarakat dari daratan Sinjai, khususnya wilayah Sinjai Utara, menuju Kecamatan Pulau Sembilan.
Dengan harga air yang terus meningkat dan kondisi sumur warga yang semakin sulit menghasilkan air tawar, kebutuhan akan solusi distribusi air bersih dinilai semakin mendesak bagi masyarakat Pulau Sembilan.








Komentar