MAKASSAR, PosLiputan — Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama dalam menjaga keharmonisan sosial, moral, dan spiritual di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Musda IX MUI Sulsel yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa MUI memiliki posisi strategis sebagai pelita umat sekaligus mitra pemerintah dalam memberikan pandangan, nasihat, dan masukan bagi pembangunan daerah.
MUI juga diharapkan semakin terbuka sebagai rumah bersama yang merepresentasikan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan. Dengan demikian, MUI dapat menjadi ruang bersama bagi seluruh organisasi untuk berdiskusi, berkonsultasi, sekaligus melahirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah.
“Harapan kami, MUI selalu memberikan nasihat dan masukan kepada pemerintah sebagai modal dalam pembangunan,” ujar Andi Sudirman Sulaeman.
Selain memperkuat sinergi di tingkat daerah, seluruh elemen masyarakat juga diajak terus mendukung hubungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Dukungan tersebut diharapkan dapat turut menyukseskan berbagai program pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Musda IX, MUI Sulsel diharapkan semakin mampu menjalankan peran strategisnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, bermoral, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.








Komentar