Sri Rahayu Natrida Yakin Bakal “Kuningkan” Gowa Pada Pemilu 2024

Publisher:

GOWA, Pos Liputan – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan dihelat pada 14 februari 2024, sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin politiknya.

Partai politik mulai menyiapkan kadernya memperebutkan kursi legislatif serta melakukan penjaringan bakal calon legislatif (bacaleg) di tingkatan Kabupaten, Provinsi dan RI (Pusat).

Salah satu yang akan bertarung dalam Pemilihan Legislatif 2024 adalah Sri Rahayu Natrida M, S.E. Politisi kelahiran Pangkep 32 tahun silam ini akan mencoba bersaing dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kabupaten Gowa untuk daerah pemilihan Kecamatan Pallangga, Barombong.

“Partai Golkar menetapkan saya sebagai Fungsionaris yang dipersiapkan sebagai bakal calon anggota DPRD Kabupaten, penetapan tersebut masih dalam proses seleksi,” katanya, Sabtu (21/01/2023).

Wanita yang kerap disapa Ayu ini optimis mampu mendongkrak suara partai yang ditungganginya.

“Mudah-mudahan dengan keseriusan kita ini, suara partai akan bertambah. Syukur-syukur kursinya juga tambah,” ucapnya.

Ayu mengaku sudah mulai melakukan sosialisasi dan Komunikasi Politik untuk mendulang suara maksimal. Dengan pengalamannya di organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dirinya yakin mampu mengemban amanah masyarakat.

Semua kehidupan masyarakat tidak luput dari keputusan politik. Salah satunya soal pemberdayaan perempuan, ekonomi kreatif dan pertanian yang akan menjadi fokus program kedepan.

“Kita tahu betul semua itu tidak lepas dari keputusan politik. Maka kesejahteraan masyarakat ini harus kita perjuangkan melalui jalur politik,” jelasnya

“Saya menghimbau kepada generasi muda untuk tidak takut bersuara. Literasi anak muda lebih maju dibanding mereka yang saat ini sudah generasi tua”, sambungnya.

Hal itu menjadi modal utama mengisi ruang politik yang saat ini membutuhkan banyak pembenahan. Wajah Indonesia hari ini tergantung pada generasi mudanya, maka kreatifitas dan ide mereka harus diwadahi dengan baik.

“Pemuda hari ini harus terlibat dalam Dunia politik. Jika kita tidak terlibat, Indonesia akan mengalami ketertinggalan zaman. Pemuda hari ini adalah penentu Indonesia akan datang,” tegasnya.

Penulis: WawanEditor: Jumardi
Baca berita Pos Liputan di:
|

Komentar