SURABAYA, Pos Liputan– Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Taruna Ikrar, mengajak generasi muda Indonesia untuk berpikir global, berinovasi, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui riset, teknologi, serta kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan.
Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat melakukan kunjungan ke Universitas Surabaya (UBAYA), yang menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI dr. Elfi Ikrar, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Dra. Elin Herlina, Apt., M.P., Staf Khusus Kepala BPOM RI Nor Andi Arina Wati Arsyad dan dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., serta jajaran pejabat tinggi BPOM RI dan Balai Besar POM di Surabaya.
Kehadiran jajaran pimpinan BPOM RI menunjukkan komitmen kuat lembaga tersebut dalam membangun kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah melalui pendekatan Academic-Business-Government (ABG).
Rektor UBAYA, Benny Lianto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BPOM RI yang dinilai mampu memberikan inspirasi dan wawasan kepada mahasiswa terkait pentingnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan karakter kebangsaan dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Pengalaman Prof. Taruna Ikrar sebagai ilmuwan, regulator, dan pemimpin nasional menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong kemajuan bangsa serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Benny Lianto, Senin (15/6/2026).
Dalam dialog bersama sivitas akademika UBAYA, Taruna Ikrar menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah harus berjalan beriringan untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan bonus demografi yang besar. Tugas kita adalah menghubungkan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi dengan kebutuhan industri serta kebijakan pemerintah agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai dialog tersebut. Kehadiran Taruna Ikrar yang dikenal sebagai ilmuwan Indonesia dengan kiprah internasional menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk berani bermimpi besar, menciptakan inovasi, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ia juga menekankan bahwa generasi muda harus mampu bertransformasi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, karakter kuat, daya saing tinggi, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Co-Founder PT Nose Herbal Indo, Mr. Kim, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan industri kesehatan dan produk herbal dunia berkat kekayaan biodiversitas yang dimiliki.
“Mahasiswa Indonesia memiliki kreativitas dan semangat yang luar biasa. Jika potensi tersebut dipadukan dengan riset yang kuat, dukungan industri, serta kebijakan pemerintah yang progresif, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat inovasi kesehatan dan herbal terkemuka di kawasan Asia,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen BPOM RI dalam mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar mampu menghasilkan produk inovatif bernilai tambah tinggi, meningkatkan daya saing nasional, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.
Melalui penguatan kolaborasi Academic-Business-Government (ABG), BPOM RI optimistis Indonesia akan melahirkan lebih banyak inovator muda, peneliti unggul, dan wirausahawan berbasis teknologi yang menjadi motor penggerak menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.












Komentar