SINJAI, Posliputan — Di antara langkah yang meninggalkan bangku perkuliahan dan perjalanan panjang menuju masa depan, sebanyak 600 wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) menorehkan babak baru dalam kehidupan mereka.
UMSi menggelar Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, dan Magister Angkatan VII Tahun Akademik 2025–2026 di Auditorium UMSi Maraja Convention Center, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sabtu (24/10/2026).
Prosesi wisuda itu bukan sekadar perayaan atas keberhasilan menempuh pendidikan tinggi. Lebih dari itu, wisuda menjadi gerbang pengabdian, tempat ilmu yang selama ini tumbuh di ruang-ruang akademik diharapkan bersemi di tengah kehidupan masyarakat.
Sebanyak 600 wisudawan dan wisudawati berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Program Pascasarjana. Mereka membawa pulang gelar akademik sekaligus tanggung jawab untuk menjadikan pengetahuan sebagai cahaya yang menerangi persoalan-persoalan di sekitarnya.
Dalam sambutannya, Rektor UMSi, Prof. Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si., menyampaikan harapan agar para lulusan tidak berhenti pada kebanggaan atas gelar yang diraih. Ia menginginkan para alumni tumbuh menjadi manusia yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Bagi dunia pendidikan, keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari berapa banyak lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa jauh ilmu pengetahuan mampu menjawab kebutuhan manusia dan memberikan arti bagi kehidupan.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, UMSi juga meneguhkan visi untuk membangun perguruan tinggi berbasis teknologi digital yang unggul. Arah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Dengan misi menjadi universitas berbasis teknologi digital yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan bioteknologi untuk mendukung pembangunan berdasarkan nilai-nilai Islam,” ungkap Umar Congge.
Visi tersebut menempatkan teknologi, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi sebagai bagian penting dari pengembangan universitas, tanpa melepaskan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam membangun peradaban dan pengabdian.
Kini, bagi 600 lulusan UMSi, toga dan ijazah menjadi penanda berakhirnya satu perjalanan sekaligus dimulainya perjalanan yang lain. Di luar auditorium, kehidupan telah menanti dengan beragam tantangan, harapan, dan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang berarti.
Sebab, gelar akademik pada akhirnya bukan sekadar rangkaian huruf di belakang nama. Ia adalah amanah ilmu, yang nilainya akan semakin terasa ketika mampu menjelma menjadi karya, kepedulian, dan kemanfaatan bagi sesama.














Komentar