PONOROGO, PosLiputan — Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) terus memperkuat langkah menuju pembukaan Fakultas Kedokteran. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin kerja sama strategis dengan PT Sumber Amanah Barokah untuk membangun fondasi pendidikan kedokteran yang modern dan berorientasi pada standar global.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor UMPO Dr. Rido Kurnianto, M.Ag. bersama PT Sumber Amanah Barokah, disaksikan civitas akademika UMPO, Selasa (1/9/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran, mulai dari penguatan akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga pembangunan ekosistem pendidikan kedokteran yang berkelanjutan.
Ketua Tim Pembukaan Fakultas Kedokteran UMPO, Prof. dr. Armyn Nurdin, mengatakan pendirian Fakultas Kedokteran membutuhkan perencanaan matang serta dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Menurutnya, fakultas yang dipersiapkan UMPO tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar pendidikan kedokteran, tetapi juga mampu menghasilkan dokter yang kompeten, berintegritas, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Integrasikan VR Berbasis AI
Salah satu terobosan yang disiapkan dalam kerja sama tersebut adalah pemanfaatan Virtual Reality (VR) berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi pembelajaran kedokteran.
Teknologi tersebut nantinya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui simulasi lingkungan klinis secara virtual.
Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mempelajari anatomi, melakukan simulasi kasus klinis, melatih pengambilan keputusan, hingga mengembangkan keterampilan sebelum terjun langsung dalam pembelajaran dan pelayanan klinis.
Founder PT Sumber Amanah Barokah, Mr. Kim, yang hadir didampingi Aling, mengatakan perkembangan AI dan teknologi imersif memberikan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan sistem pendidikan kedokteran yang semakin modern.
Namun, teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dosen, dokter, maupun pengalaman klinis mahasiswa.
Sebaliknya, teknologi menjadi instrumen pendukung untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, sekaligus keamanan proses pembelajaran.
Prof. dr. Armyn Nurdin menambahkan, integrasi teknologi dalam pendidikan kedokteran menjadi penting untuk mempersiapkan dokter menghadapi perubahan dunia kesehatan.
Dokter masa depan, kata dia, tidak cukup hanya menguasai ilmu kedokteran dan keterampilan klinis, tetapi juga membutuhkan literasi digital serta kemampuan memanfaatkan AI secara tepat dan bertanggung jawab.
Modal Akreditasi Unggul
UMPO sendiri memiliki modal institusional dalam mengembangkan pendidikan tinggi. Kampus yang berada di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tersebut telah meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting bagi UMPO dalam mengembangkan bidang pendidikan kesehatan, termasuk mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran.
Melalui sinergi dengan PT Sumber Amanah Barokah, persiapan Fakultas Kedokteran UMPO ditargetkan berjalan secara sistematis sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus mampu mengadopsi perkembangan teknologi pendidikan terkini.
“Kehadiran Fakultas Kedokteran UMPO nantinya diharapkan tidak sekadar menambah program pendidikan baru,” ujarnya.
Lebih jauh, fakultas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan dukungan teknologi VR berbasis AI, UMPO ingin membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang modern dan adaptif, namun tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam mencetak dokter masa depan.








Komentar