MAKASSAR, PosLiputan — SERUM Institute menggelar diskusi refleksi bulan kemerdekaan bertajuk “Merawat Nasionalisme, Memperkuat Persatuan dan Menolak Anarkisme di Kalangan Generasi Muda” di Aula Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (28/8/2026).
Diskusi yang diikuti sekitar 20 pemuda dan mahasiswa tersebut menjadi ruang refleksi untuk membahas peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan derasnya informasi yang berkembang.
Ketua KAMMI Sulsel, Muh. Ilham, mengatakan generasi muda harus membangun kebiasaan berpikir kritis dan tidak mudah bereaksi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Generasi muda perlu membiasakan diri menganalisis sebelum menjustifikasi. Pendekatan yang rasional diperlukan agar kita tidak mudah bersikap reaktif maupun terprovokasi,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, keputusan KAMMI untuk tidak turun dalam aksi pada 27 Agustus bukan berarti menolak demonstrasi. Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan metodologis, termasuk dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
“Kita mendorong agar substansi dan setiap butir pasal dalam RUU Perampasan Aset dikaji secara mendalam, sehingga aturan yang lahir tidak justru lebih berpihak kepada kepentingan pemerintah,” katanya.
Ilham menilai kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi salah satu kunci mencegah disintegrasi bangsa.
“Indonesia akan menghadapi bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, generasi muda harus cerdas dalam mengonsumsi informasi dan narasi yang beredar agar mampu mengambil kesimpulan secara tepat dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Sulsel, Wahyu, menegaskan bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui simbol kecintaan terhadap bangsa, tetapi juga melalui keberanian berpikir kritis dan menyampaikan kritik.
“Nasionalisme merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap bangsa. Berpikir kritis dan menyampaikan kritik terhadap kondisi bangsa juga merupakan bentuk kepedulian terhadap negara,” ujar Wahyu.
Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Perbedaan pandangan juga harus diterima dan dikelola sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Menjadi Pancasilais bukan berarti mempertanyakan mengapa ada perbedaan, tetapi bagaimana perbedaan itu dapat kita terima dan kelola dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Tiga Poin Pernyataan Sikap
Sebagai penutup kegiatan, Muhamad Ilham selaku Ketua KAMMI Makassar membacakan pernyataan sikap atas nama mahasiswa dan pemuda Kota Makassar.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang saat ini,” kata Ilham.
Dalam pernyataan tersebut, mahasiswa dan pemuda Kota Makassar menyatakan menolak segala bentuk tindakan anarkis, provokasi, kekerasan, maupun perusakan fasilitas umum.
Mereka juga mengajak seluruh pihak menyelesaikan setiap aspirasi dan permasalahan melalui jalur dialog yang konstruktif guna mencari solusi bersama.
Diskusi SERUM Institute tersebut menjadi momentum refleksi bahwa menjaga nasionalisme tidak hanya dilakukan melalui perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, nasionalisme diwujudkan dengan merawat persatuan, berpikir kritis, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta menolak kekerasan dan anarkisme.








Komentar