MAKASSAR, Posliputan — Serum Institut bersama Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAGARA) FIS-H Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar diskusi publik bertema “Menatap Masa Depan Bangsa: Membaca Arah, Akselerasi dan Optimisme Pembangunan Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Hotel Jolin Makassar, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Diskusi ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan nasional.
Lima narasumber hadir dalam diskusi tersebut, yakni Prof. Dr. Nur Hidayah, S.Kep., Ns., M.Kes.; Dr. M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro KR, S.E., M.M.; Dr. Andi Ali Armunanto, S.IP., M.Si.; Dr. Haerul, S.Pd., M.Pd., Si.; dan Prof. Dr. Risma Niswaty, S.S., M.Si. Plt Presiden BEM UNM, Intan Maharani, turut hadir.
Ketua Umum HIMAGARA FIS-H UNM periode 2026–2027, Afirah Dwi Rahmadani N., menyampaikan sambutan pembuka. Diskusi dipandu Rizky Randa Tonapa, pengurus HIMAGARA FIS-H UNM periode 2026–2027.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Nur Hidayah menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama melalui pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar.
Sementara itu, Dr. M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro KR menyoroti pentingnya kebijakan publik yang sesuai kebutuhan masyarakat, disertai perencanaan matang, pelaksanaan konsisten, dan evaluasi berkelanjutan.
Dr. Andi Ali Armunanto menegaskan bahwa stabilitas nasional membutuhkan partisipasi pemerintah, masyarakat, dan generasi muda. Menurutnya, perbedaan pandangan perlu diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan dialog agar tidak berkembang menjadi konflik sosial.
Adapun Dr. Haerul menekankan perlunya birokrasi yang efektif, pelayanan publik berkualitas, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pemerintah.
Pandangan tersebut diperkuat Prof. Dr. Risma Niswaty yang menyoroti pentingnya kelembagaan yang kuat, sumber daya manusia kompeten, koordinasi, dan evaluasi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai tujuan.
Melalui diskusi ini, HIMAGARA FIS-H UNM berharap semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi peringatan sejarah, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.








Komentar