Ini Sosok dan Cerita Dibalik Viralnya Rangga di Gowa

Publisher:
Eksklusif, Berita Terkini di WhatsApp Posliputan.com

GOWA, Posliputan.com – Baru-baru ini warga masyarakat Kabupaten Gowa tersentuh dengan kisah seorang bocah bernama Rangga yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan mendadak viral dimedia sosial.

Dengan kegigihan seorang Rangga yang membawa Ubi kayu bakar dari sang kakek yang menemaninya disaat dirinya tidak memiliki uang jajan.

Dibalik viralnya Rangga dan Ubi Kayu Bakar miliknya itu membuat para dermawan di berbagai profesi sampai orang nomor satu di Kabupaten Gowa (Bupati) turun tangan hingga Gubernur Sulsel.

Namun ada seseorang yang lebih berjasa kepada Rangga, yakni Ibu Rusniati Novi (42). Salah satu guru di sekolah Rangga di SD Inpres Borongbulo, Dusun Borongbulo Desa Paranglompoa Kec. Bontolempangan Kab. Gowa itulah yang pertama kali mengulik kisah kehidupan Rangga di media sosial.

Ibu Rusniati Novi (Guru Rangga) dan Rangga

Dimana sosok tenaga pendidik selama 18 tahun sebagai honorer dan baru saja terangkat menjadi PPPK Tahap II, dan kurang lebih 20 tahun sebagai Guru itu memposting video Rangga dimedia sosial merasa kaget karena viral.

Baca Juga:  
Upaya Dorong Semangat Belajar dan Kebersamaan, Bupati Gowa Bagikan Seragam Gratis Ke Pelajar
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Itu hari saya yang ajar Rangga, kebetulan saya bawa anakku yang kecil. Terus datang mama mertua ku di kelas saya dan duduk melantai dengan Rangga, jadi sy sruh kasi keluar bukunya dan mama mertua yang bantu Rangga kasi keluar bukunya disitulah di dapat ubinya,” Cerita Ibu Rusni saat dikonfirmasi Posliputan.com, Selasa (14/10/2025).

Lanjutnya, ia mengaku kaget karena didalam tas Rangga ada yang aneh.

“Jadi mertua saya kaget kenapa ada keras-keras dibawa bukunya, setelah diksi keluar ternyata Ubi bakar, saya sempat kaget dan prihatin melihat nasib anak ini, karena tidak bawa uang jajan makanya dia bawa Ubi bakar buatan kakeknya, disitulah saya ambil video sama Rangga,” Terangnga.

“yang video adalah suamiku sendiri, jadi video itu saya share di facebook disitulah banyak prihatin dann situlah Rangga viral,” Jelasnya lagi.

Baca Juga:  
Diberikan Beasiswa, Dua Bocah Viral di Gowa Didoakan Menko Pangan Jadi Jenderal TNI dan Polri

Setelah itu kata Rusni, ia kembali mengupload foto Rangga pegang Ubi dan menuliskan sebuah caption untuk mengait para dermawan agar bisa membantu kehidupan Rangga.

” Sy upload lagi foto Rangga pegang ubinya, dan saya tulis disitu jika ada yang mau menyumbang hartanya buat Rangga boleh komentar, ternyata banyak sekali yang tersentuh hatinya dan banyak menyumbang uang jajan buat Rangga. Hari sabtu saya upload, itu hari juga Rangga viral, dan mulai hari senin para donatur berdatangan,” Tambah Rusni.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka jika postingannya tentang Rangga itu menjadi viral dimedia sosial.

“Saya tidak menyangka akan viral, dan saya sangat bersyukur sekali banyak yang prihatin dan perhatian sama Rangga dan membantunya, saya sangat berterima kasih kepada para penyumbang yang membantu Rangga,” Ucapnya.

Baca Juga:  
Hasil Kreasi Dari 54 Peserta Ditampilkan di Fashion Week Beautiful Malino 2025

Informasi yang dihimpun, Rangga memiliki cita-cita yang sangat luar biasa. Dan setelah ditanya oleh Bupati Gowa Hj. Sitti Husniah Talenrang beberapa waktu lalu terkait cita-citanya, Rangga ingin menjadi seorang anggota Polri (Polisi).

Setelah viralnya Rangga dan telah banyak mendapat perhatian oleh dermawan hingga pemerintah Daerah Kabupaten Gowa dan Provinsi Sulsel. Rusni berharap kepada Rangga kedepannya lebih bahagia bersama kakeknya yang setia menemaninya dan bisa menjadi orang sukses.

Diketahui, Rangga salah seorang bocah yang tinggal di pelosok desa yang berada di Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa dan Rangga tinggal bersama kakeknya di sebuah rumah sederhana bermaterial kayu.

Rangga tinggal bersama kakeknya setelah ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi. Narasi dalam video tersebut, Rangga membawa bekal ubi bakar dari kakeknya karena tidak memiliki uang jajan.

 

Komentar