GOWA, Pos Liputan – Universitas Patria Artha kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui Penandatanganan Kontrak Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong budaya akademik yang produktif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Prosesi penandatanganan kontrak dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Patria Artha, Dr. Bastian Lubis, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Suhendra serta Direktur LP2M Dr. Nurmiati.
Kegiatan ini turut dihadiri para dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari sivitas akademika yang memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, pihak universitas menegaskan bahwa program pendanaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan administratif terhadap kegiatan penelitian, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk melahirkan inovasi, meningkatkan kualitas akademik dosen, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pengabdian dan transformasi sosial. Penelitian yang lahir dari kampus harus mampu menjangkau realitas masyarakat dan menghadirkan solusi yang bernilai,” ujar pimpinan universitas Patria Artha dalam sambutannya.
Melalui program ini, ia berharap lahir lebih banyak kolaborasi akademik, peningkatan publikasi ilmiah, serta penguatan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti pada ruang diskusi dan jurnal ilmiah, tetapi harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu penerima hibah penelitian, Dr. Syamsumarlin Taha, menyampaikan harapannya agar penelitian yang dilakukan mampu membawa perubahan positif di tengah kehidupan masyarakat.
“Ilmu akan bernilai ketika ditransformasikan, dan penelitian akan bermakna ketika membawa perubahan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Prosesi penandatanganan kontrak hingga sesi dokumentasi bersama menjadi simbol sinergi antara institusi, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kebermanfaatan sosial.
Melalui program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 ini, Universitas Patria Artha optimistis dapat terus melahirkan karya akademik yang unggul, inovatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.













Komentar