GOWA, Pos Liputan – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Ekonomi Universitas Patompo menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Balai Pertemuan Nelayan Danau Mawang, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bonto Marannu, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA ini dihadiri oleh Rektor, jajaran dosen, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Patompo, serta warga setempat dan kelompok nelayan Danau Mawang.
Melalui kegiatan PKM ini, civitas akademika Fakultas Ekonomi Universitas Patompo hadir untuk memberikan pendampingan serta edukasi yang relevan guna meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal, khususnya bagi para nelayan dan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Danau Mawang.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Patompo, Dr. Saripuddin, S.E., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kewajiban akademis, melainkan bentuk komitmen kepedulian perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat di Kabupaten Gowa.
Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran tim PKM Universitas Patompo. Interaksi yang hangat dan diskusi interaktif mewarnai jalannya kegiatan dari awal hingga selesai.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Ekonomi Universitas Patompo berharap dapat terus menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah serta masyarakat Kelurahan Romang Lompoa demi terciptanya pemberdayaan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
“Sinergi antara dunia akademis dan masyarakat pesisir ini dikemas dalam bentuk edukasi interaktif, pelatihan teknologi digital, serta pendampingan langsung berbasis pemecahan masalah (problem-solving),” ucap Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Patompo.
Salah satu pilar utama dalam agenda PKM ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi dan perluasan jangkuan pasar bagi komoditas perikanan air tawar di kawasan Danau Mawang.
Dalam sesi materi bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Potensi Lokal”, tim dosen memberikan strategi teknis mengenai pengelolaan kolam, pemilihan bibit unggul, serta efisiensi pakan guna meningkatkan produktivitas hasil tangkapan dan budidaya.
Namun, peningkatan hasil panen tidak akan memberikan dampak optimal tanpa disertai strategi pemasaran yang adaptif terhadap era digital. Oleh karena itu, dilanjutkan pula sesi khusus yang mengangkat topik “Optimalisasi Pemasaran Digital Produk Budidaya Ikan Air Tawar guna Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi”.
Melalui sesi ini, para peserta dibimbing secara praktis untuk memanfaatkan media sosial (social media marketing) dan platform niaga elektronik (e-commerce) guna memotong rantai distribusi yang selama ini cenderung merugikan nelayan.
“Dengan menguasai strategi pemasaran digital, masyarakat nelayan Danau Mawang diharapkan mampu menentukan harga jual yang lebih bersaing dan menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di skala regional maupun nasional,” harapnya.
Tidak hanya berfokus pada sektor produksi perikanan, program pengabdian ini juga menyasar tata kelola keuangan kelompok usaha warga. Lewat sub-tema “Pemberdayaan Kelompok Nelayan Danau Mawang melalui Pelatihan Manajemen Usaha, Literasi Keuangan, dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Pendapatan Berkelanjutan”, para akademisi membekali warga dengan wawasan mendasar mengenai pembukuan keuangan rumah tangga dan usaha.
Masalah klasik yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha mikro di kawasan perdesaan adalah tercampurnya uang pribadi dengan modal usaha. Untuk mengatasi hal tersebut, tim dosen membawakan materi “Pendampingan Digitalisasi Pembukuan UMKM Berbasis Loyverse POS sebagai Upaya Optimalisasi Pelaporan Keuangan Usaha”.
Penggunaan aplikasi kasir dan pembukuan digital berbasis aplikasi mobile seperti Loyverse POS disimulasikan secara langsung di hadapan para peserta. Dengan aplikasi ini, pelaku UMKM dan nelayan dapat merekam setiap transaksi penjualan, mengelola stok barang, serta memantau laporan laba-rugi secara real-time hanya melalui smartphone. Digitalisasi sistem pencatatan keuangan ini ditargetkan mampu meningkatkan akuntabilitas usaha masyarakat sehingga mempermudah mereka dalam mengakses kemitraan modal kerja di masa mendatang.
Selain pengembangan sektor ekonomi, keberlanjutan ekosistem Danau Mawang juga menjadi perhatian serius dalam agenda PKM Universitas Patompo. Menjawab tantangan pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga di sekitar bantaran danau, tim pengabdi memperkenalkan inovasi bernilai lingkungan bertajuk “TEBA SMART: Transformasi Teba Modern Berbasis Komposter Rumah Tangga dan Monitoring Digital sebagai Solusi Pengurangan Sampah Organik Berbasis Masyarakat”.
Program TEBA SMART mengintegrasikan metode pengolahan sampah organik tradisional (teba) dengan teknologi komposter modern yang dilengkapi sistem pemantauan digital. Inovasi ini tidak hanya menekan volume sampah organik yang mencemari lingkungan danau, tetapi juga mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk komposter bernilai ekonomis. Pendekatan berbasis teknologi ramah lingkungan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan selaras dengan menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar.
Rektor Universitas Patompo, Prof. Dr. H. Muh Yunus, M.Pd, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan Nelayan Danau Mawang ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademis tahunan, melainkan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret atas tantangan sosial-ekonomi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak boleh menjadi ‘menara gading’ yang terpisah dari realitas sosial masyarakat. Melalui pengintegrasian aspek budidaya, literasi keuangan digital, pemasaran modern, hingga penanganan lingkungan, kami berharap masyarakat Danau Mawang dapat bertransformasi menjadi komunitas mandiri yang berdaya saing tinggi,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Masyarakat dan pengurus kelompok nelayan setempat menyambut baik serta mengapresiasi kehadiran seluruh tim pengabdi dari Universitas Patompo. Suasana interaktif tampak mewarnai sesi tanya jawab, di mana warga secara aktif berkonsultasi mengenai kendala pembukuan, kendala teknis pemasaran, hingga simulasi penggunaan aplikasi digital.
Melalui keberlanjutan program pendampingan ini, Universitas Patompo berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Gowa, Kelurahan Romang Lompoa, serta pemangku kepentingan lokal guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang inklusif dan berkelanjutan.











Komentar