Muh. Taufiq Resmi Nahkodai BEM UIT, Bawa Semangat Gerakan Progresif dan Berdampak

Publisher:
Eksklusif, Berita Terkini di WhatsApp Posliputan.com

Makassar, Pos Liputan – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia Timur (UIT) periode 2026–2027 resmi dilantik dalam agenda pelantikan yang berlangsung di Aula Kampus 1 Universitas Indonesia Timur, Rabu (9/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru BEM UIT dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus membangun arah gerakan mahasiswa yang lebih progresif, kritis, solutif, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata.

Dalam agenda tersebut, Muh. Taufiq resmi dilantik sebagai Ketua BEM Universitas Indonesia Timur periode 2026–2027 bersama jajaran pengurus lainnya.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa BEM UIT tidak hanya aktif dalam kegiatan internal kampus, tetapi juga responsif terhadap berbagai persoalan mahasiswa dan masyarakat.

Baca Juga:  
Gen Z dan Milenial Harus Melek Keuangan! FKDSI Dorong Literasi Finansial di Era Digital

Pelantikan turut dihadiri sejumlah organisasi kemahasiswaan, elemen masyarakat, serta tokoh adat. Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bagian penting dalam momentum pelantikan, sekaligus menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa memiliki ruang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat dan kebudayaan.

Ketua BEM UIT periode 2026–2027, Muh. Taufiq, menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak boleh dimaknai hanya sebagai seremoni pergantian kepengurusan.

“Pelantikan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk mencetak mahasiswa yang kritis, solutif, adaptif, dan berdampak,” tegas Muh. Taufiq, Ketua BEM Universitas Indonesia Timur periode 2026–2027.

Baca Juga:  
STIT AL-ANSHAR Tanjung Selor Turun ke Jalan Berbagi Takjil

Menurutnya, membangun nama baik kampus dan menjalankan roda organisasi tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Dibutuhkan kerja bersama seluruh pengurus agar setiap program dan gagasan yang dibangun dapat diwujudkan secara maksimal.

“Untuk membawa nama kampus kita, tidak bisa tanpa adanya kerja sama antar-pengurus. Karena itu, kita harus membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi, dan bekerja secara kolektif agar BEM UIT mampu memberikan dampak yang nyata,” ujar Muh. Taufiq.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan BEM sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa maupun masyarakat.

Baca Juga:  
Kontingen STQH Kabupaten Sinjai Resmi Dilepas Sekda Sinjai

Kepengurusan BEM UIT periode 2026–2027 kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa semangat progresif yang dibawa bukan hanya menjadi slogan, tetapi diterjemahkan melalui kerja nyata, program yang solutif, serta keberanian mengambil peran dalam berbagai persoalan.

Dengan dukungan organisasi kemahasiswaan, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya, BEM UIT periode 2026–2027 di bawah kepemimpinan Muh. Taufiq diharapkan mampu menjadi wadah gerakan mahasiswa yang kritis, adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi kampus serta masyarakat.

Penulis: AA
Baca berita Pos Liputan di:
|

Komentar